Walikota Pangkalpinang Muhammad Irwansyah sangat berharap tahun ini Kota Pangkalpinang bisa meraih kembali penghargaan adipura. Sebab penghargaan kota terbersih itu ingin ia hadiahkan kepada masyarakat, khususnya yang menjadi korban banjir pada awal Februari lalu.
-------------
Harapan ini disampaikan Irwansyah di hadapan para Tim Penilai Adipura saat berkunjung ke kantornya, Jumat (18/3) kemarin. Menurutnya, jika Pangkalpinang berhasil meraih kembali adipura ini, setidaknya bisa mengurangi kesedihan masyarakat pasca banjir. "Jadi kalau bisa kita pengen hadiahi adipura kepada masyarakat pasca banjir ini. Ini untuk mengobati rasa luka masyarakat kita pasca banjir," kata Irwansyah.
Ia mengatakan bahwa sejak dilantik menjadi Walikota dirinya berkomitmen untuk meraih kembali penghargaan adipura. Tak heran sampai saat ini pihaknya terus berupaya melakukan pembenahan terhadap Kota Pangkalpinang khususnya dalam penataan dan kebersihan kota, terlebih pasca banjir ini. "Untuk masalah kebersihan kami tidak akan tinggal diam. Maka dari itu, saya berharap kepada tim penilai kalau ada yang masih kurang, tolong sampaikan biar kami benahi. Karena jujur saja, Pangkalpinang sudah lama tak meraih adipura dan masyarakat juga sudah mengeluh apalagi pasca banjir ini," ungkapnya.
Politisi muda PDIP ini mengakui bahwa keinginannya untuk meraih kembali adipura ini lantaran melihat semangat gotong royong masyarakat sangat luar biasa. Dan hal itu pula, selaku Walikota dirinya pun merasa bersyukur.
"Tak heran saya sangat berharap Pangkalpinang bisa meraih kembali meraih adipura. Dan melihat semangat masyarakat, saya optimis harapan ini bisa terwujud," katanya.
Sementara itu, Koordinator Tim Penilai Adipura dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Rosita kepada harian ini menegaskan bahwa pihaknya akan berada di Pangkalpinang selama dua hari. Selama berada di Pangkalpinang, pihaknya akan memantau seluruh titik-titik yang menjadi titik pantau adipura. "Jadi mulai hari ini (kemarin-red) sampai besok (hari ini-red) kita akan fokus menilai kebersihan Pangkalpinang. Karena kita ketahui bersama, penilaian adipura tahun dilakukan sekali saja karena keterbatasan waktu, sebab pengumuman adipura akan kita umumkan pada 5 Juli mendatang," kata Rosita.
Terkait titik pantau, lanjut Rosita, masih sama seperti engan tahun sebelumnya yakni fasilitas umum, perkantoran, tempat pembungan akhir (TPA), pasar, jalan dan sungai. Dimana grade yang ditetapkan juga masih sama yakni 75.
"Untuk sekarang ini kita belum bisa memberikan pandangan terhadap Pangkalpinang karen belum dinilai, yang jelas kami akan menilai secara profesional," tegasnya.
Kepala Dinas Kebersihan Kota Pangkalpinang Drs Iwansyah yang juga hadir dalam pertemuan tersebut mengakui sebelum tim penilai adipura tiba di Pangkalpinang, jauh-jauh hari pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan khususnya dalam membersihkan titik-titik pantau adipura. Bahkan dirinya mengklaim seluruh titik pantau yang menjadi tupoksi dinas kebersihan sudah siap 99 persen.
Kendati Pangkalpinang sudah siap menyambut penilaian adipura, namun dikatakan Iwansyah, pihaknya harus tetap mengoptimalkan kebersihan di seluruh titik pantau. Hal ini dikarenakan penilaian adipura tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. "Kalau sebelumnya penilaian adipura dilakukan dua kali, sekarang hanya satu kali saja. Dan sistemnya pun lebih ketat, karena dalam penilaian ini mereka langsung kontak dengan masyarakat. Makanya saat penilaian nanti, tim ini tidak boleh kita dampingi, sehingga titik pantau adipura yang akan dinilai mereka yang menentukan," jelasnya.
Iwansyah menerangkan, selain mengoptimalkan kebersihan Kota Pangkalpinang, saat ini yang dilakukan dinas kebersihan ialah mempersiapkan kekurangan-kekurangan di titik-titik pantauan lainnya seperti memaksimalkan pengomposan mulai dari skala kota, TPA, kecamatan hingga pasar. Sebab diakuinya, titik pantauan ini merupakan salah satu titik wajib untuk dinilai.
"Jadi meski kita tidak diberi tahu titik-titik pantaunya, namun untuk persyaratan-persyaratan mutak ya harus kita penuhi seperti TPA, karena TPA bobot nilainya 10, kemudian perubahan dan bank sampah. Mudah-mudahan SKPD terkait yang sudah dikoordinasikan Wawako selaku Ketua Tim Adupura Pangkalpinang dengan diarahkan langsung oleh Walikota, kita bisa mendapatkan adipura ini yang merupakan prestise kota kita," tegasnya.
Hanya saja, diakui Iwansyah, yang menjadi kendala dalam meraih adipura ini ialah karena Pangkalpinang beru dilanda bencana banjir. Dimana hal itu sudah memengaruhi ruang terbuka hijau (RTH) yang ada.
"Tapi mudah-mudahan masing-masing instansi terkait bisa meningkatkan peran sertanya dalam menyukseskan meraih adipura. Karena Ini momen yang baik, apabila kita bekerjasama dengan baik dan kita mendapatkan adipura pasca banjir, itu prestise yang luar biasa, karena tolak ukur kota sehat dan bersih itu ya adipura, mudah-mudahan tahun ini kita bisa meraihnya," pungkasnya sembari menambahkan hasil penilaian adipura tahun 2015 lalu tidak diberitahukan oleh tim penilai lantaran tidak dipublis secara jelas. (pas)
Comments
Post a Comment