Melihat Pulau Saronde yang Kini Menjadi Persinggahan Kapal Persiar Luar Negeri


Pulau Saronde yang berada di Kabupaten Gorontalo Utara, memiliki keindahan yang luar biasa sehingga menjadi pilihan utama para wisatawan luar negeri. (foto dok Trevel Indonesia)

Tahun Ini, Tiga Kapal dari Perancis Akan Berlabuh

SUMBER: Gorontalo Post

LETAK geografis pulau Saronde, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) yang berada di "bahu" pulau Sulawesi memberikan keuntungan strategis bagi sektor pariwisata Gorontalo. 

Dan masih ingatkah sekitar bulan November 2015 lalu, satu-satunya kapal pesiar berbendera Perancis tiba di pulau Saronde?

Ternyata, kapal pesiar yang bernama Le Soeal inilah yang membuka pintu masuk bagi wisatawan internasional ke Saronde.

Rencananya, kapal pesiar mewah Le Soléal cruise ship ini dikabarkan akan kembali ke pulau Saronde tahun ini. Bahkan, tidak hanya satu kapal asing yang bakal masuk. 

Pada 2016 ini, setidaknya total ada 3 kapal pesiar asing yang akan singgah di Saronde. Masing-masing kapal Le Soléal, kapal Le Austral dan kapal Boreal. Tiga kapal pesiar milik perusahaan travel Compagnie du Ponant di Perancis itu bahkan telah memasukkan pulau Saronde sebagai salah satu destinasi perjalanan mereka. 

Sedikit bercerita tentang perusahaan travel Compagnie du Ponant. Travel yang berbasis di Perancis itu terkenal dengan rute perjalanan keliling dunia. 

Mereka memiliki beberapa cabang, diantaranya Asia Pasifik, Eropa, Afrika bahkan Asia. Setiap wisatawan akan berkeliling dunia melewati lima benua. Mereka memiliki banyak sekali kapal pesiar, bahkan disebut-sebut sebagai traveler terbaik di dunia. 

Nah, khusus berbicara kawasan Asia Pasifik, di dalamnya terdapat rute perjalanan yang dinamakan Asia Archipelagos. Rutenya jika mengambil start dari Malaysia, dimulai dari Kota Kinabalu. 

Kemudian menuju Kota Sandakan di Sabah. Setelah itu perjalanan dilanjutkan menuju Indonesia dan dimulai di pulau Saronde, Gorut, Gorontalo. 

Kemudian ke pulau Lihaga Minahasa Utara di Sulawesi Utara, terus ke Kota Ternate/Tidore di Maluku Utara, pulau Banda di Maluku dan berakhir di Kota Darwin, Northem Territory, Australia. Begitu juga sebaliknya. Jika mengambil start dari Kota Darwin, Northem Territory, Australia, maka kapal pesiar ini finish di Kinabalu, Malaysia. 

Bicara soal kapal pesiar, baik Le Soeal, Le Austral dan Le Boreal sama-sama memiliki kapasitas 264 penumpang, lebih dari 130 awak kapal dan 132 kabin.

Tahun 2015 lalu, kapal Le Soeal sudah datang di pulau Saronde dengan membawa penumpang 264 wisatawan asing dan sekitar 50 awak kapal yang ikut menikmati keindahan pulau Saronde. Saat itu, mereka sempat menginap beberapa hari.

Bahkan, bule-bule di kapal itu membeli sejumlah kerajinan khas Gorontalo seperti barang berbahan dasar karawo dengan menggunakan mata uang Euro dan Dolar AS. 

Nah, untuk tahun ini, kapal Le Soeal merupakan yang perdana berlayar. Kapal ini akan bertolak dari Kota Darwin, Australia yang direncanakan sekitar Maret 2016 ini.

Pasalnya, para wisatawan asing ini ingin melihat langsung fenomena gerhana matahari di pulau Ternate. Kenapa di Ternate ? menurut sejumlah penelitian, jalur gerhana berada dekat sekali dengan Kota Ternate.

Jadi diprediksi, banyak sekali wisatawan yang akan berkumpul di kota yang menjadi kaki gunung Gamalama itu dan seperti dilansir sejumlah media online, saat ini tarif hotel disana sudah naik karena "event" gerhana ini. 

Setelah itu, kapal Le Soeal yang dibuat tahun 2012 itu akan terus berlayar hingga singgah di pulau Saronde dan berakhir di Kota Kinabalu, Malaysia.

Setelah kapal Le Soeal, selanjutnya giliran kapal Le Boreal yang akan berlayar diperkiarakan pada bulan Juli 2016 nanti. Mereka mengambil start dari Kota Kinabalu dan finish di Kota Darwin, Australia. 

Terakhir, kapal Le Austral yang akan bertolak dari Kota Darwin Australia dan terakhir berlabuh di Kinabalu, Malaysia. 

Tak hanya tiga kapal pesiar tadi, setelah kapal Le Soeal berlayar perdana, sedikitnya ada 40 kapal Yacht atau kapal layar yang akan berlayar mengikuti rute Asia Archipelagos tadi.

"Tahun lalu sudah ada 21 kapal Yacht dari 11 negara yang datang ke pulau Saronde. Tahun ini, ada 40 kapal dan mungkin dari 12 negara atau lebih," ungkap Yasin Ali, staf Bagian Promosi, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Gorut. 

Kini, tinggal bagaimana kolaborasi pemerintah dan dukungan masyarakat agar pulau Saronde bisa terus didorong dan berkembang menjadi tujuan wisata dunia.(axl) 

Comments