![]() |
| ALEX ONG, berdiri (3 kiri) dan Wahyu Susilo (2kiri) bersama TKI di Malaysia menghadiri acara di KBRI Kuala Lumpur--FOTO FOR JP |
"Masih dengan kisah si Alex Ong yang terjun mengurusi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) berkat perkawanannya dengan dua aktivis buruh migran Indonesia. Ong juga rela untuk menjual perusahaannya hanya untuk membantu TKI."
ZALZILATUL HIKMIA, Jakarta
Sejak itulah, Alex yang kini berusia 56 tahun tersebut semakin total memberikan perhatian kepada masalah TKI.
Bisnis Alex bergerak di sektor trading, tambang, green energy, dan software. Akhirnya dia memantapkan hati untuk hanya mempertahankan tiga perusahaan.
Buntutnya, ancaman dan penangkapan pernah dialaminya. Bahkan, keluarga besar lulusan magister di University of Oklahoma, Amerika Serikat, itu sejatinya tidak mendukung langkah berisiko tersebut.
[Baca Juga: Kisah Alex Ong, Warga Malaysia yang Peduli Tenaga Kerja Indonesia]
Apalagi, dengan maksud agar bisa fokus membantu TKI, Alex berencana melepas sebagian besar perusahaan yang dimiliki.
Sebuah pilihan yang tentu tak lazim bagi seorang warga Malaysia, negeri tempat banyak pelanggaran hak kepada TKI terjadi. Juga, negeri yang kerap berselisih paham dalam banyak hal dengan Indonesia.
"Mertua, lalu mama saya (menolak, Red). Ini juga tidak mudah untuk saya karena saya memiliki ribuan karyawan yang harus dipikirkan," ujarnya.
"Lima lainnya saya lepas, tapi dengan lebih dahulu memastikan karyawan saya bisa terus hidup dengan pemilik yang baru," paparnya.
[Baca Juga: Kisah Alex Ong, Warga Malaysia yang Peduli Tenaga Kerja Indonesia]
Sebuah pilihan yang tentu tak lazim bagi seorang warga Malaysia, negeri tempat banyak pelanggaran hak kepada TKI terjadi. Juga, negeri yang kerap berselisih paham dalam banyak hal dengan Indonesia.
"Mertua, lalu mama saya (menolak, Red). Ini juga tidak mudah untuk saya karena saya memiliki ribuan karyawan yang harus dipikirkan," ujarnya.
Pengorbanan itu rela dilakukan karena bagi dia, membantu TKI sama dengan membantu Indonesia, 'negeri keduanya'.
Indonesia diakrabi Alex sejak 1990, ketika dia menjadi konsultan bagi beberapa perusahaan di sini. Tugas itu membuatnya bisa berkeliling ke banyak wilayah negeri ini.
Pada 2000 atau setahun setelah menetap di Surabaya, pertautannya dengan Indonesia kian kental. Alex mempersunting Sandra Herawati, 44, warga Jakarta. Kebahagiaan keduanya semakin lengkap kala dianugerahi dua buah hati.
"Kami tinggal di daerah Embong Malang, Surabaya. Banyak kenangan manis di sana. Apalagi, kulinernya seperti sate kambing dan ayam penyet enak sekali," kenangnya.
Dua tahun setelah pernikahannya, Alex mendapat kabar bahwa sang ayah meninggal dunia. Dia sangat terpukul karena tak bisa mendampingi di detik-detik terakhir.
Peristiwa itulah yang lantas memicu pergolakan batin. Dia mulai mengkaji apa tujuan hidup ini.
"Yang saya pikirkan sebelumnya hanya masalah untung rugi. Tapi, bagaimana dengan tanggung jawab sosial dan dosa besar lain," tuturnya. (*/c10/ttg)

The Shops at The Shops at The Shops at The Shops at The - Mapyro
ReplyDeleteThe Shops at The Shops at The Shops at The 군산 출장샵 Shops 전주 출장마사지 at The Shops at 남원 출장마사지 The Shops At The Shops At The Shops at The Shops at 논산 출장샵 The Shops at Shops at Shops 오산 출장샵 at